Kamis, 15 September 2011

Karena Kekuatan-Nya


 From  : Renungan Spirit
 
Bacaan: Mazmur 33:1-22

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya-



John Garlock dalam tulisannya yang berjudul Allah yang Mengubah manusia menceritakan kisah temannya yang bernama Nowel, yang ingin mengikuti perlombaan dayung perahu yang mana satu perahu diisi dua orang. Tiba-tiba datang seorang Indian dengan tubuh tinggi kekar menghampiri dia dan menawarkan apakah mau menjadi partnernya. Melihat postur orang Indian yang terlihat sangat kuat tersebut, Nowel langsung mengiyakan.
Saat peluit di tiup dan orang Indian berotot besar itu mulai mengayuh , Nowel yang sebenarnya tidak begitu bisa mendayung itu berkata, “Apa yang kulakukan selama 15 menit itu tidak lain agar aku jangan menghalangi usahanya, aku hanya mengayuh sedikit saja, dan karena kekuatan si Indian itu luar biasa, perahu kami melaju jauh meninggalkan yang lain dan memenangkan perlombaan itu!”.
Kisah tersebut merupakan gambaran yang sederhana bagaimana hidup kita bisa berkemenangan bersama Tuhan. Jika kita ingin memiliki hidup yang berkemenangan, biarkan Tuhan memegang penuh atas kemudi hidup kita dan mendominasi hidup kita. Pada saat kita membutuhkan pertolongan-Nya, pastikan kita berserah penuh dan belajar dari strategi Nowel yaitu dengan “tidak menghalangi usaha-Nya”.
Jika kita ingin hidup berkemenangan, jangan pernah mengandalkan kekuatan kita sendiri. Ingatlah bahwa kekuatan kita tidak seberapa dan kita pun terbatas dengan banyak hal. Namun jika kita mengandalkan Tuhan sebagai kekuatan, kita akan melihat betap dahsyat kuasa-Nya dalam hidup kita. Sebagai seorang pebisnis atau seorang pekerja Kristen, kita harus menyadari bahwa kunci keberhasilan kita bukanlah modal yang banyak, gelar pendidikan yang tinggi, pengalaman yang sudah bertahun-tahun, atau skill yang luar biasa. Kunci keberhasilan kita dalam pekerjaan tak lain adalah karena pertolongan Tuhan yang senantiasa menyertai hidup kita. Sebuah jaminan sukses jika kita berada satu perahu dengan Tuhan dan membiarkan Dia yang ambil kendali atasnya.
Tidak ada jaminan keberhasilan yang lebih pasti dibandingkan penyertaan Yesus

GBU,,,

Rabu, 14 September 2011

Jangan Keraskan Hati Terhadap Teguran Allah



From  : Saatteduh.wordpress.com

Bacaan Alkitab hari ini: Amos 4
Kemewahan (yang diperoleh melalui perbuatan jahat) serta ibadah palsu adalah dua hal yang mendatangkan hukuman Allah terhadap Israel. Sayangnya, bangsa Israel tidak peka terhadap teguran Allah dan tidak mau bertobat walaupun telah mengalami malapetaka berkali-kali.


“Lembu Basan” menunjuk kepada wanita Israel yang gemuk dan malas. Agar bisa hidup mewah, mereka memaksa (mendorong) suami mereka untuk memeras orang lemah serta menindas orang miskin (4:1). Di samping itu, yang menimbulkan murka Allah adalah praktik ibadah mereka yang hanya sekedar formalitas. Dua pusat ibadah bangsa Israel saat itu, yaitu Betel dan Gilgal, justru membuat mereka semakin berdosa. Di Betel terdapat praktik penyembahan terhadap anak lembu emas (1 Raja-raja 12:28-31; bandingkan dengan Keluaran 20:4-5). Korban sembelihan dan korban syukur serta persepuluhan yang mereka lipat gandakan pun hanyalah ibadah palsu yang memuaskan diri sendiri, tetapi tidak berkenan kepada Allah karena tidak disertai keadilan sosial (bandingkan persepuluhan pada hari ketiga dalam 4:4 dengan persepuluhan tiga tahun sekali untuk orang Lewi, orang asing, anak yatim, dan janda dalam Ulangan 14:28).
Dosa bangsa Israel yang membuat Allah telah menurunkan berbagai hukuman, yaitu kelaparan (Amos 4:6), kekurangan air (4:7-8), kegagalan panen (4:9), penyakit sampar yang mematikan (4:10), serta kehancuran beberapa kota (4:11) ternyata tidak membuat bangsa Israel berbalik kepada Allah. Oleh karena itu, Allah telah menyiapkan hukuman yang lebih dahsyat, yaitu pembuangan ke Asyur (4:3, arah Hermon di sebelah Utara menunjuk kepada pembuangan ke Asyur). Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita untuk lebih peka terhadap panggilan Allah untuk bertobat! [P]
Mazmur 95:7b-9
“Pada hari ini, sekiranya kamu mendengar suara-Nya!Janganlah keraskan hatimu seperti di Meriba, seperti pada hari di Masa di padang gurun, pada waktu nenek moyangmu mencobai Aku, menguji Aku, padahal mereka melihat  perbuatan-Ku.”

- Diambil dari Renungan Gereja Kristen Yesus Jemaat Green Ville -
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

free counters
Free counters
No Rek : Nomer Rekening
A/N : Nama Anda

VISITORS ON THIS BLOG