Selasa, 04 Oktober 2011

Sedia Payung Sebelum Hujan


Bacaan: Kejadian 41

-


Waktu kecil, ketika saya pertama kalinya menerima uang saku, senengnya bukan main. Ayah saya memberikan uang saku sekali seminggu. Tentunya beliau ingin mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana mengelola uang meski tidak banyak. Hari Minggu adalah hari yang paling ditunggu karena itulah “hari gajian” kami. Anak-anak menerima uang jajan untuk dipergunakan di hari Senin sampai Sabtu mendatang. Pertama-tama, karena belum pernah pegang uang sebelumnya, saya membelanjakan uang itu untuk membeli jajanan yang saya inginkan di sekolah. Tak terasa uang sudah habis di hari kedua. Akibatnya, saya harus puasa jajan selama hari Rabu sampai Sabtu. Itulah pelajaran pertama dalam hidup saya, bagaimana pentingnya mengelola keuangan.
Hari-hari ini dunia sedang menggeliat kesakitan karena krisis ekonomi. Krisis besar-besaran ini adalah krisis keuangan terbesar sepanjang dunia modern. Resesi global sudah mulai terjadi diawali dari Amerika yang selama ini diyakini sebagai negara terkuat. Bahkan negara-negara yang selama ini dianggap maju dan stabil seperti Singapura dan Inggris telah merasakan dampaknya. Sebagai anak muda yang ngakunya modern ;) jangan sampai kita enggak tau apa-apa soal hal ini. Kalo selama ini kita sudah terbiasa hidup nyaman dalam kelimpahan, sekaranglah waktunya kita menggantinya dengan gaya hidup hemat sebelum terlambat.
Girls, kita memang punya Tuhan yang senantiasa sanggup mencukupi kebutuhan kita. Kita punya Allah yang enggak terbatasi resesi untuk memberkati kita. Tapi Tuhan tidak menghendaki kita hidup seperti orang bebal. Kita bisa meneladani Yusuf yang penuh hikmat Allah, mempersiapkan diri menjelang masa kelaparan selama 7 tahun, bahkan menyelamatkan hidup suatu bangsa yang besar. (Kej. 50:20)
Mulai sekarang kita harus lebih bijak dalam mengatur keuangan kita. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari gara-gara kebodohan kita sendiri. Hiduplah dengan hemat dan bijaksana. Malam minggu enggak selalu harus jalan-jalan ke mall (yang artinya bakalan bikin kita jadi pengen ini itu). Rutinlah menabung dan rencanakanlah pengeluaran dengan baik (bukan hanya membuat catatan pengeluaran saja). Enggak perlu kuatir akan hari esok, selama kita hidup dalam kehendak Tuhan. Okay, girl... be smart!


Sumber  : Renungan Spirit

Power of Worship 1


Bacaan: Matius 15:7-11

Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,padahal hatinya jauh dari pada-Ku.- Matius 15:8

Pujian penyembahan tidak hanya sekedar bagian dari acara liturgi gereja saja. Pujian penyembahan dalam ibadah juga tidak hanya sekedar acara entertain atau tontonan untuk memberi hiburan. Pujian penyembahan bukan hanya kegiatan menyanyi, mengangkat tangan, atau bersorak-sorai tanpa arti. Pujian penyembahan adalah ekspresi terdalam yang keluar dari hati untuk mengagungkan Tuhan, pada saat yang sama akan menarik hadirat Tuhan dan kuasa-Nya turun ke dalam hidup kita. Bagaimana supaya pujian penyembahan yang kita naikkan kepada Tuhan membuka pintu sorga dan menarik kuasa-Nya turun ke tengah-tengah kita? Inilah beberapa unsur pujian penyembahan yang perlu kita miliki.
  1. Ekspresi hati dan keintiman.
    Pujian penyembahan bukan hanya sekedar mengeluarkan suara atau menyanyi biasa. Pujian penyembahan sudah seharusnya keluar dari hati kita yang paling dalam sebagai ekspresi pengagungan kepada Tuhan. Pada saat kita memuji Tuhan seharusnya kita benar-benar meresapi setiap syair yang kita nyanyikan. Selain itu pujian penyembahan adalah wujud keintiman kita dengan Tuhan. Pujian penyembahan akan membuat kita menjadi dekat dan erat dengan Tuhan.
  2. Kebenaran dan ketaatan.
    Tuhan tidak hanya melihat “kehebatan” kita dalam terlibat pujian penyembahan di gereja, tapi Dia juga menyelidiki hidup kita, apakah kita hidup di dalam kebenaran dan ketaatan sesuai dengan Firman-Nya. Pujian penyembahan yang kita naikkan kepada Tuhan bisa memiliki kuasa kalau kita sebagai penyembah memiliki hidup yang benar di hadapan-Nya. Penyembahan yang dilakukan dengan benar adalah hal yang baik, namun Tuhan tidak hanya sekedar mencari penyembahan yang benar, tapi Dia mencari penyembah yang benar. Tidak ada gunanya kita pintar menyembah tetapi tidak menjadi penyembah yang benar. Penyembahan yang baik tidaklah cukup untuk menarik kuasa Allah, penyembah yang benarlah yang akan menarik hadirat Tuhan dan kuasa-Nya!
Tuhan mencari penyembah yang benar, bukan penyembahan yang benar.


Sumber  : Renungan Spirit
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

free counters
Free counters
No Rek : Nomer Rekening
A/N : Nama Anda

VISITORS ON THIS BLOG