Jumat, 19 Agustus 2011

Jeram Kehidupan



Bacaan: Matius 7:24-27

Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. - Mazmur 119:105


Suatu kali ketika berarung jeram, pemandu di perahu kami berkata, “Kalau di tempatmu, bolehlah saya kalah pintar, tetapi kalau di sungai ini, saya lebih tahu dari kamu.” Selanjutnya ia berkata bahwa jika ingin mengarungi sungai dengan aman, kami semua harus mendengar dan melakukan perintahnya dengan saksama. Jika tidak, silakan berhadapan dengan risiko perahu terbalik atau bahkan bocor berbenturan dengan batu yang banyak ditemui di sungai itu.
Hidup ini juga ibarat mengarungi sungai. Ada kalanya sungai mengalir tenang sehingga kita bisa mengikuti aliran sungai dengan nyaman. Ada kalanya riak-riak kecil membuat perahu bergoyang. Tetapi ada waktunya jeram sangat ganas, bisa mengguncangkan perahu dengan sangat hebat dan bila tidak hati-hati, perahu yang kita naiki bisa terbalik. Dua hal yang perlu kita ingat adalah: pertama, “jeram” dunia ini terlalu ganas untuk dilalui seorang diri. Hanya Allah, sebagai Pencipta segala sesuatu yang mengetahui dengan persis bagaimana kita harus menjalani hidup ini. Kedua, kita harus selalu dengar-dengaran serta menaati apa yang Allah firmankan. Sama seperti peserta arung jeram harus mendengarkan petunjuk pemandu, Allah juga sudah menyediakan Alkitab dan Roh Kudus untuk menolong, memberi petunjuk, dan mengarahkan agar hidup kita bisa dijalani dengan lebih baik. Mengabaikan firman Allah dan pimpinan Roh Kudus akan sangat berbahaya, karena jeram dunia yang jahat sangat tidak bersahabat dengan kita.
Ingatlah ini, jeram dunia ini memang ganas dan tidak bersahabat. Tetapi, jika Allah ada dalam perahu kehidupan kita, dan kita mengikuti petunjuk yang diberikan-Nya, selain kita bisa menjalani hidup dengan lebih baik, kita bisa menikmati indahnya kehidupan. Bahkan setiap guncangan yang menerpa perahu kehidupan justru dapat membuat kita tetap tertawa bersama dengan Tuhan yang menyertai hidup kita. Jadi, Anda siap menempuh dan mengarungi jeram kehidupan bersama Sang Pemandu Agung? Taatilah perintah-

From  : Renungan Spirit

Virus Attack



Bacaan: Mazmur 32:1-5

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.- Mazmur 32:5

Virus komputer bak momok bagi para pengguna komputer. Gara-gara ulah program pengganggu ini, kita bisa kehilangan seluruh data yang tersimpan dalam komputer. Bayangin aja kalo pas dikejar deadline pekerjaan kantor ato skripsi, lalu mendadak seluruh data penting kita lenyap. Huuu... rasanya pengen nangis sambil teriak saking keselnya. Kebanyakan virus yang berbahaya memang merusak secara diam-diam. Kalo program antivirus kita belum bisa mendeteksi jenis virus tertentu, kemungkinan kita nggak akan sadar kalo komputer kita sedang dirusak perlahan-lahan ama tuh virus. Lama-kelamaan setelah kinerja komputer jadi makin lambat, beberapa program nggak bisa berjalan normal ato ada file-file kita yang mulai corrupt, barulah kita mulai ‘ngeh’ dengan kehadiran virus itu. Ibarat musuh dalam selimut, kita nggak menyadari serangannya hingga tiba-tiba kita dilumpuhkannya.
Demikian juga dengan dosa yang tersembunyi dalam hati. Mungkin awalnya kita cuma sebel doank ama seseorang karena suatu kejadian sepele. Tapi kalo kita menyimpan rasa sebel itu terus menerus, lama kelamaan akan berubah jadi kebencian bahkan rasa dendam. Kebencian akan menggerogoti kesehatan fisik dan rohani kita perlahan-lahan. Akibat kebencian, hati kita jadi nggak sejahtera. Tiap kali ketemu dengan orang itu, kita langsung jadi bete. Hubungan kita dengan Tuhan juga jadi menjauh. Doa kita serasa mentok. Soalnya gara-gara kita nggak mau mengampuni, Bapa di Sorga juga nggak bisa mengampuni kesalahan kita, kan? Nggak cuma itu aja, kebencian juga membuat tubuh kita jauh lebih cepat lelah dan lebih mudah sakit.
Seperti itulah dosa yang disimpan tersembunyi di dalam hati. Meski kehadirannya nggak kasat mata, tapi kerusakan yang ditimbulkannya sangat banyak dan mematikan. Makanya coba cek diri kita saat ini. Apakah ada dosa yang selama ini kita tutupi dan nggak segera kita bereskan di hadapan Tuhan? Kalo ya, jangan lagi berlama-lama menyimpannya. Semakin lama kita menyembunyikannya, semakin banyak kerugian yang kita derita.

From  : Renungan Spirit
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Visitors

free counters
Free counters
No Rek : Nomer Rekening
A/N : Nama Anda

VISITORS ON THIS BLOG